Nah, lanjut nih, sekarang kita akan mengulas biografi tokoh Hindu. Yang pertama yang akan kita bahas adalah seorang Rsi yang merupakan bagian dari Sapta Rsi. Beliau adalah Rsi Wiswamitra. Pasti teman-teman sudah sering mendengar namanya, bukan?
Sekarang, ayo kita kenali lebih jauh tentang Rsi Wiswamitra.

Sebelum menjadi seorang Rsi, Rsi Wiswamitra merupakan seorang raja yang bergelar Raja Kaushika yang merupakan anak dari Raja Gandhi. Raja Kaushika dikenal sebagai raja yang arif, bijaksana dan disegani oleh rakyatnya. Beliau memutuskan untuk menjadi seorang Rsi karena ingin menyaingi kekuatan Rsi Wasista. Oleh karena itu, tahtanya ia berikan kepada anaknya. Sementara, beliau harus melakukan tapa brata yang pertama di Gunung Himalaya
Untuk menjadi seorang Rsi, Raja Kaushika membutuhkan waktu yang sangat lama melalui berbagai tapa brata, yang dimana tapa brata pertama dilakukan di Gunung Himalaya untuk memohon kesaktian kepada Dewa Siwa dan hal yang melatarbelakangi yaitu untuk menyaingi kekuatan dari Rsi Wasista. Hal ini bermula ketika Raja Kaushika tidak berhasil merebut Lembu Sabala yang sakti dan dapat mengabulkan permintaan yang dimiliki oleh Rsi Vasistha saat menumpang istirahat di asrama Rsi Vasistha. Oleh karena itu, perjalanannya untuk menjadi seorang Brahmarsi dimulai dengan menyerahkan tahta kepada anaknya.
Awalnya, Raja Kaushika bertapa kepada Dewa Siwa dan diberikan anugerah senjata Brahmastra karena ketekunannya saat bertapa di Gunung Himalaya. Tetapi, maksud hati datang dengan senjata Brahmastra yang sangat sakti untuk menandingi Rsi Vasistha, senjata yang ia dapatkan itu justru dengan mudah dikalahkan oleh sang Rsi.
Kemudian, tak mau menyerah akhirnya ia meminta anugerah dari Dewa Brahma untuk menjadikannya seorang Brahmarsi sama seperti Rsi Vasistha. Tetapi, sebagai balasannya sebelum bisa menjadi Brahmarsi, Raja Kaushika harus menjalani tapa yang sangat sulit karena harus bisa mengendalikan pikiran, emosi, dan nafsu selama bertapa.

Dalam kitab Adi Parwa diceritakan bahwa pada saat Raja Kaushika melakukan tapa brata seorang Bidadari Manaka yang diutus oleh Dewa Indra untuk menguji hawa nafsu sang Raja dan Raja Kaushika pun tergoda sehingga membuat tapa brata yang dijalaninya gagal. Dari hal tersebut juga berhubungan dengan lahirnya putri cantik bernama Sakuntala yang dilahirkan oleh Bidadari Menaka akibat dari berhubungan dengan Raja Kaushika, Sakuntala ditinggalkan oleh Bidadari Menaka ke khayangan dan dirawat oleh seorang Rsi yang bernama Rsi Kanwa.
Raja Kaushika tidak mengetahui hal tersebut dan menjutkan melakukan tapa brata, sehingga pada akhirnya berkat ketekunan dan keteguhan hati Raja Kaushika dapat menjadi seorang Brahmarsi dan namanya berubah menjadi Rsi Wiswamitra. Selain dapat mencapai kesadaran tertinggi Rsi Wiswamitra merupakan salah satu maharsi yang menerima wahyu dari tuhan yang sering disebut dengan Sapta Rsi Penerima Wahyu serta mendapat wahyu suci yaitu Mantra Gayatri yang menjadi salah satu doa agama hindu.
Nah, dari kisah Rsi Wiswamitra ini ada satu hal yang dapat kita petik dan kita jadikan pelajaran. Sah-sah saja menjadi seorang yang berambisi kuat untuk mendapatkan sesuatu. Tetapi ingat, ambisi akan sekedar menjadi ambisi jika usaha tidak menyertainya. Jadi, tekun lah dalam melakukan segala usaha yang diperlukan jangan biarkan hal lain mengusik tujuanmu, ya teman-teman.
Sumber:
https://bali.tribunnews.com/2021/09/28/sapta-rsi-atau-tujuh-rsi-yang-konon-mendapat-wahyu-suci-weda
Maha Rsi Visvamitra-Salah Satu Rsi Dalam Epos Ramayana. Siapa Beliau?

Tinggalkan komentar