Rsi Markandeya

Hai teman-teman! Kembali lagi nih, masih dengan pembahasan tentang tokoh suci Hindu. Kali ini yang akan dibahas adalah tentang Rsi Markandeya.

Bagi yang sudah pernah baca artikel kami tentang sejarah Pura Besakih tentunya sudah tau sekilas tentang Rsi Markandeya, ya. Nah untuk mengetahui lebih lengkapnya, yuk simak ulasan biografi singkat tentang Rsi Markandeya.

Sumber: https://images.app.goo.gl/aS3iPqKCdnvZoX2B7

Rsi Markandeya merupakan Rsi yang berasal dari India Selatan. Beliau merupakan keturunan dari Sang Hyang Jagatnatha dari keturunannya yang bernama Sang Hyang Rsiwu. Ayah Rsi Markandeya bernama Rsi Markanda dan ibunya bernama Dewi Manswini. Rsi Markandeya diceritakan adalah Rsi yang tampan dan pintar. Beliau meminang Dewi Dumara dan melahirkan seorang putra bernama Hyang Rsi Dewa Sirah yang kemudian akan memperistri Dewi Wipari.

Rsi Markandeya bersama pengikutnya menyebarkan ajaran agama Hindu hingga ke Nusantara hingga perjalanannya sampai di Gunung Dieng Jawa Tengah yang dahulu bernama Gunung Hyang. Tetapi beliau mengurungkan niatnya untuk mendirikan pesraman di daerah itu karena disana telah ada pesraman milik anak dari Maha Rsi Agastya, Rsi Trenawindu. Dan ada pula tempat pertapaan milik Sang Aridewi dan Sang Anaka.

Oleh karena itu, pindahlah Rsi Markandeya ke Gunung Raung, Jawa Timur. Di tempat itu, Rsi Markandeya mendirikan tempat pertapaan. Dan di tempat itu pula Rsi Markandeya mendapatkan wahyu bahwa potongan Gunung Mahameru dari Jambhu Dwipa berada di Nusa Dawa (Pulau Bali) dengan nama Gunung Toh Langkir.

Sumber: https://images.app.goo.gl/MCuAG733exrhwXEu7

Akhirnya Rsi Markandeya dan 400 orang pengikutnya bergegas menuju Gunung Toh Langkir. Awalnya saat sampai di Gunung Toh Langkir dan akan membabat hutan yang ada di sana untuk nantinya lahannya akan dibagi, usaha mereka gagal karena banyak pengikut Rsi Markandeya yang sakit dan meninggal yang mengharuskan mereka untuk kembali ke Gunung Raung untuk mendapatkan petunjuk jalan keluar. Setelah mendapatkan jalan keluar dengan menanam Panca Datu (Lima jenis logam alam) di area Gunung Toh Langkir, akhirnya Rsi Markandeya beserta rombongannya berhasil membabat hutan di sekitar Gunung Toh Langkir (Gunung Agung saat ini). Dan area tempat ditanamnya Panca Datu dibangun Pura Besakih.

Selain itu, lahan-lahan lainnya dibagi untuk dibuatkan lahan permukiman, ladang, sawah, pura, dan kuburan. Pada saat itu Rsi Markandeya sudah mulai menciptakan sistem sosial masyarakat yang ada, dimulai dari adanya banjar, desa pekraman, kepala desa, dan subak atau suwak.

Begitulah biografi singkat dan kisah perjalanan Rsi Markandeya di tanah Nusantara, khususnya di tanah Bali. Seru bukan, ayo simak kisah perjalanan tokoh Hindu lainnya di artikel selanjutnya, ya.

Sumber:

https://sejarahharirayahindu.blogspot.com/2012/04/rsi-markandeya.html?m=1

Maharsi Markandeya

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai