Kemarahan adalah musuh dari antikekerasan dan kesombongan adalah monster yang menelannya.
Mahatma Gandhi

Kembali lagi, nih. Kali ini kita akan mengulas tentang sejarah Pura Tirta Empul.
Semua pasti tahu Pura Tirta Empul ini bukan? Pura ini terletak di Desa Manukaya, Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar, Bali. Pura ini adalah salah satu destinasi wisata favorit di Bali, lho.
Yang penasaran dengan sejarahnya, pastikan teman-teman sudah baca kisah Raja Jayapangus, ya. Karena dalam sejarah Pura Tirta Empul ini merupakan lanjutan dari kisah keturunan Raja Jayapangus dengan Dewi Danu. Siapa lagi jika bukan Raja Maya Denawa dari Kerajaan Bedahulu.

Dikisahkan Raja Maya Denawa merupakan raja yang sakti. Dengan kesaktiannya itu ia dapat merubah wujudnya menjadi bentuk apapun yang diinginkannya. Itulah sebabnya tidak ada yang berani melawannya saat memimpin Kerajaan Bedahulu. Kekuatannya itu pun yang membuatnya bersikap sombong dan otoriter kepada rakyatnya. Kisah sejarah ini dimuat dalam kakawin Usana Bali.
Setelah Raja Jayapangus wafat, Kerajaan Bedahulu menjadi kerajaan besar dan yang paling terkenal di Bali. Akan tetapi, Raja yang memimpinnya bersikap otoriter dan melaran rakyatnya untuk sembahyang dan menyembah para dewa, bahkan hingga merusak dan menghancurkan pura-pura yang ia temui. Raja Maya Denawa memerintahkan rakyatnya untuk menyembah dirinya saja, bukan yang lain.
Oleh sebab kerusakan dan kesengsaraan yang dibuat oleh Raja Mayadenawa kepada rakyatnya, Mpu Kul Putih seorang suci yang hidup di masa itu pergi bertapa untuk mendapatkan jalan keluar dari masalah tersebut. Hingga akhirnya diberikanlah anugerah supaya Dewa Indra turun ke dunia beserta pasukan para dewa lainnya dari kahyangan untuk melawan Raja Maya Denawa. Oleh karena itu, bertempurlah Raja Maya Denawa beserta pasukannya dengan Bhatara Indra.
Karena pasukan dewa lebih unggul dibandingkan pasukan Raja Maya Denawa, akhirnya sang raja melakukan rencana buruk dengan menciptakan sumber mata air beracun. Agar nantinya ketika diminum oleh pasukan dewa, mereka keracunan. Untuk melakukan rencana busuknya, ia harus berjalan miring supaya jejak kakinya tidak dapat dibaca. Itulah sebabnya daerah tersebut hingga saat ini dinamai Tampak Siring.
Siasat sang raja ternyata berhasil. Karena hampir semua pasukan dewanya keracunan, Dewa Indra menciptakan mata air yang nantinya jika air tersebut di cipratkan kepada pasukannya, maka mereka akan sembuh kembali. Mata air yang diciptakan Dewa Indra tersebut dinamakan Tirta Empul yang artinya air yang muncul dari dalam tanah. Sementara didirikan tempat dimana mata air itu berada dan diberi nama Pura Tirta Empul.
Setelah itu, Dewa Indra beserta pasukannya kembali mencari keberadaan Maya Denawa yang sudah melarikan diri. Di pelariannya, Raja Maya Denawa berubah wujud menjadi ayam jantan, sehingga daerah tempatnya bersembunyi tersebut dinamakan Desa Manukaya. Saat perubahan wujudnya menjadi ayam inilah Raja Maya Denawa berhasil ditangkap dan dipanah oleh Dewa Indra hingga sang raja memuntahkan darah dari mulutnya. Konon, saat darah Raja Maya Denawa keluar dari mulutnya menyembul juga pusaran air yang nantinya menjadi Sungai Petanu. Oleh sebab itu, air dari sungai ini tidak boleh diminum apalagi digunakan sebagai pengairan sawah karena akan membuat gagal panen.
Nah, bagaiaman teman-teman? Sangat menarik bukan kisah sejarah Pura Tirta Empul ini?
Jangan ketinggalan kisah sejarah unik pura lainnya, ya!
Sumber:
http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbali/pura-tirta-empul/

Tinggalkan komentar